Wajar TNI Ini Marah, Ternyata Ini Penyebabnya

Wajar TNI Ini Marah, Ternyata Ini Penyebabnya

SHARE

PEKANBARU, NEWSBISNIS.COM – Insiden pemukulan Polantas oleh TNI di Pekanbaru ternyata ada cerita lain netizen yang hadir di lokasi. Netizen yang mengikuti insiden mengaku mengetahui persis asal mula bentrokan antara oknum TNI AD yang bernama Wira Sinaga berpakat Sersan Dua dengan Petugas Satuan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polresta Pekanbaru, Yoga Vernando berpangkat Bripda. Kemudian video ini dengan cepat menyebar dan menjadi viral di media sosial.

Salah satunya dari screenshot warganet diunggah oleh akun Instagram @dikipedung07 dan Facebook “Zaidir Albaiza Tanjung” Jumat (11/8/2017). Peristiwa pemukulan Bripda Yoga Vernando oleh Serda Wira Sinaga adalah berawal dari senggolan sepeda motor.

Akun Instagram @miziwazza_ mengaku kejadian berawal ketika polantas mengejar pengendara yang akan ditilang yang melakukan patroli di sekitar jalan Jenderal Sudirman, di depan Toko Ramayana, Pekanbaru, Kamis (10/08/17) sekitar pukul 17.30 wib.

Saat mengejar, diduga polantas Bripda Yoga Vernando menyenggol kendaraan milik anggota TNI Serda Wira Sinaga buntut yang melintas di jalan yang sama.

Akun ini juga membantah jika anggota TNI tersebut tidak membawa helm seperti yang dituduhkan dalam keterangan pers di Polresta Pekanbaru.

Ia yang merasa di lokasi kejadian terang-terangan menyebut jika anggota TNI tersebut membawa helm saat bentrokan tersebut terjadi.

Foto potongan video yang direkam dari sebuah mobil memperlihatkan helm merah yang tergantung di setang kemudi motor anggota TNI.

“Perhatikan video itu baik-baik. Itu helm pas turun dari motor dilepasnya dan digantung di setang. Warna merah. Yang jelas polisi itu yang arogan duluan. Sok sok. Udah disuruh minta maaf sama tentara itu baik-baik tapi dia malah nyelonong aja abis nyenggol tentara itu,” tulis akun @miziwazza_.

Begitu juga dengan akun Facebook “Hendra Z Hendra” saat melakukan komen di postingan milik Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zaidir Albaiza Tanjung. Disitu, wira menyebut bahwa tidak ada yang salah dengan anggota TNI itu.

“Polisi itu duluan yang nyenggol motor TNI dan tak mau minta maaf, bukan masalah tak mau pakai helm, jadi salutlah buat TNI,” tulis akun Hendra di kolom komentar FB Zaidir Albaiza Tanjung.

Sebelumnya, cerita ini berbeda dari pernyataN Kapolresta Pekanbaru, Riau, AKBP Susanto SIK SH MH mengatakan, ketika itu, Bripda Yoga Vernando petugas Satuan Lalulintas Polresta Pekanbaru sedang melaksanakan patroli di sekitar jalan Jenderal Sudirman, di depan Toko Ramayana, Kamis (10/08/17) sekitar pukul 17.30 wib.

Dalam keterangannya, anak buahnya tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm. Namun dia membantah saat itu Bripda Yoga tidak menegur ataupun memberhentikan motor milik oknum TNI tersebut.

“Tiba-tiba oknum anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motor nya dari belakang. Selanjut memukul helm (kepala) Bripda Yoga 4 kali. Angota TNI tersebut benama Wira Sinaga pangkat Serda dinas di Korem,” katanya. Korem dimaksud adalah Komando Resor Militer 031/Wirabima, Pekanbaru, Riau.

4 COMMENTS

  1. Hello There. I discovered your blog the use of msn. This is a very smartly written article. I will make sure to bookmark it and come back to read more of your useful information. Thanks for the post. I’ll certainly comeback.

  2. By having that much written content do you sometimes have any issues of plagiarism violation? My blog has lots of unique material I’ve created myself or outsourced but it seems a lot of it is popping it up all over the internet without my agreement. Do you know any techniques to help protect against content from being stolen? I’d definitely appreciate it.

LEAVE A REPLY