Kepala BPS Paparkan, Tak Ada Penurunan Daya Beli Masyarakat

Kepala BPS Paparkan, Tak Ada Penurunan Daya Beli Masyarakat

SHARE

Jakarta, Newsbisnis.com – Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan daya beli masyarakat masih kuat. Ini “Konsumsi rumah tangga Indonesia masih bagus, tidak ada penurunan daya beli,” kata Suhariyanto dalam diskusi soal daya beli di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sabtu, (12/08/17) seperti yang dilansirTempo.co. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal II adalah 4,95 persen year-on-year. Angka ini sedikit meningkat dibanding kuartal I sebesar 4,94 persen.

Namun dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2016, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada pada kuartal II 2017 memang memang mengalami penurunan. Suharyanto mengatakan hal tersebut disebabkan ada beberapa pola konsumsi masyarakat yang berbeda.

Pertama, golongan menengah ke atas lebih memilih mereka menahan uang mereka. Transaksi kartu debit masih tumbuh, tapi melambat. Selain itu, persentase pendapatan ditabung juga meningkat. “Jadi ada indikasi mereka menahan, tentunya mereka masih melihat prospek perekonomian ke depan, global maupun dalam negeri,” kata Suharyanto.

Dia mengingatkan, yang harus diperhatikan adalah golongan 40 persen lapisan masyarakat ke bawah. Sebab, ada indikasi daya beli mereka tertekan. Ini disebabkan adanya penurunan upah riil buruh tani, bangunan, maupun nilai tukar petani. Suharyanto mengatakan penurunan nilai upah riil itu disebabkan harga komoditas yang juga menurun di kuartal II 2017.

Kedua, Suharyanto melihat ada perubahan perilaku konsumsi masyarakat. Ini terlihat dengan adanya peningkatan komoditas yang termasuk dalam leissure activities. “Pola konsumsi foodnya cederung turun, tapi justru leissurenya naik,” kata Suharyanto. Dia menduga bahwa masyarakat sudah memikirkan leissure karena memikirkan gaya hidup.

Peningkatan leissure itu terbukti dengan kenaikan jumlah penumpang angkutan udara, kereta api, dan lainnya. Karena itu Suharyanto meminta pemerintah harus lebih memperhatikan pariwisata, terutama pariwisata lokal.

Ekonom Faisal Basri mengatakan konsumsi masyarakat, baik secara nominal maupun riil, masih naik. Menurut dia, memang benar kenaikan konsumsi masyarakat sedikit melambat di bawah 5 persen atau persisnya 4,95 persen pada kuartal II 2017. “Tapi jauh dari kata merosot sebagaimana diberitakan belakangan ini,” kata faisal.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2017 sebesar 5,01 persen. Konsumsi rumah tangga memberi kontribusi sebesar 2,65 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Di mana kategori restoran dan hotel tumbuh 5,87 persen, serta makanan dan minuman sebesar 5,24 persen.

Sumber : Tempo.co

1 COMMENT

  1. Fantastic items from you, man. I have take into accout your stuff previous to and you are simply too fantastic. I actually like what you have got right here, certainly like what you are stating and the way in which by which you assert it. You’re making it enjoyable and you continue to care for to keep it smart. I can’t wait to read far more from you. That is actually a wonderful web site.

LEAVE A REPLY