Wisma Samudra Toboali, Kini Mulai Terlihat Menawan

Wisma Samudra Toboali, Kini Mulai Terlihat Menawan

SHARE

Toboali, Newsbisnis.com – Setelah sekian lama tidak terawat dan terkesan kumuh, bangunan bersejarah Gedung Wisma Samudra Toboali kini mulai terlihat cantik. Di bawah kepemimpinan Justiar Noer-Riza Herdavid, gedung yang pernah menjadi rumah singgah Presiden RI 1 Ir. Soekarno pada masa penjajahan Belanda sudah mendapat perlakuan yang selayaknya sebagai aset sejarah bangsa.

Halaman depan Wisma Samudra Toboali, sekarang ini sudah dipasang paving block dengan arsitektur yang menarik. Ruangan dalam gedung yang dulu terlihat kumuh, kini sudah di cat dan memancarkan aura sebagai sebuah aset sejarah yang tak ternilai.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga pun telah menyediakan dana dari APBD Tahun 2017 guna membanguan taman, landscape dan penamaan objek di depan Gedung Wisma Samudra.
Anggaran kurang lebih Rp 400 juta telah disiapkan untuk penataan Gedung ini.

Perlu diketahui, Wisma Samudera adalah saksi sejarah. Saat di asingkan ke Pulau Bangka, Presiden RI 1 itu rela menempuh perjalanan darat sekitar 6 jam perjalanan dari Kota Mentok untuk mengobarkan panji kemerdekaan bagi masyarakat Toboali, Bangka Selatan.

Di Gedung ini pula, Bung Karno pernah berorasi menyemangati masyarakat Toboali untuk terus berjuang hingga tetes darah penghabisan. Usai kemerdekaan, Wisma Samudera pun tetap dijadikan pusat pemerintah Kota Toboali. Mulai saat Toboali masih berstatus sebagai Kecamatan, hingga sebagai Kantor Pembantu Bupati (Tubup).

Dulunya, Wisma Samudera pernah dijadikan sebagai rumah tinggal para petinggi Belanda dan Jepang saat negera imperialis itu masih menjajah Indonesia. Saat Toboali beralih menjadi sebagai Kota Kecamatan pun Wisma Samudera tetap dijadikan sebagai pusat kegiatan keramaian masyarakat Toboali.

Menarik untuk di kenang, Wisma Samudera juga pernah dijadikan sebagai kawasan penangkaran sarang burung walet oleh pengusaha lokal Toboali, namun saat ini aset sejarah tersebut telah kembali ke Pemkab Bangka Selatan.

Besar harapan masyarakat Bangka Selatan agar aset yang sangat bersejarah ini dirawat dan dijaga kelestariannya. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarahnya.

Diolah dari berbagai sumber.

1 COMMENT

  1. Hi, i think that i saw you visited my blog so i came to “return the favor”.I am trying to find things to improve my web site!I suppose its ok to use some of your ideas!!

LEAVE A REPLY