Menakar Harapan Masyarakat Untuk Ketua Umum KONI Bangka Selatan yang Baru

Menakar Harapan Masyarakat Untuk Ketua Umum KONI Bangka Selatan yang Baru

SHARE

Opini : Oleh Martono, Pimred Newsbisnis.com

IMG_20171011_213752

TOBOALI, NEWSBISNIS.COM – Tidak lama lagi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) akan memiliki hajat yakni Pemilihan Ketua Umum KONI Basel Masa Bakti 2017-2021.

Dalam Diskusi Publik yang dilakukan oleh Redaksi Newsbisnis.com tentang kriteria calon Ketua Umum KONI Basel, minggu (09/10/17), seorang netizen, Tahar, ikut memberi pandangan dan pendapatnya. Menurut Tahar, sudah selayaknya calon Ketua Umum KONI Basel mempunyai kemampuan manajerial, pengabdian, dan waktu yang cukup untuk mengelola organisasi olahraga. Disamping itu, juga harus mampu menjadi pengayom dan pemersatu semua unsur masyarakat olahraga khususnya anggota KONI itu sendiri disertai memiliki visi yang luas dalam membina olahraga terutama menjaring atlet atlet dari daerah-daerah yang ada di Basel.

Tahar menambahkan, selain kemampuan di atas, seorang Ketua Umum KONI harus mampu menjalin kerja sama dengan instansi terkait untuk menunjang pembinaan atlet serta memiliki jaringan yang luas dengan badan-badan keolahragaan tingkat Propinsi dan Nasional.

Selain Tahar, Dwi Reva pun ikut memberikan pendapatnya terkait hal ini. Menurutnya, seorang Ketua Umum KONI Basel harus bisa membantu pemerintah kabupaten dalam membuat kebijakan daerah di bidang pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga prestasi di daerahnya.

Pendapat lain diutarakan Hendra Syabari, SH, M.Si. Menurutnya, Ketua KONI Basel harus orang yang memiliki Integritas, mempunyai wawasan dan manajerial di bidang olahraga serta mampu bersinergi dengab Pemerintah Daerah Bangka Selatan.

Pendapat lainnya juga diutarakan oleh Putra Daerah asal Basel, Iko Gusman, yang merupakan orang penting disalah satu BUMN terkenal di Pelembang. Menurutnya, Ketua Umum KONI Basel haruslah orang yang siap berkorban, korban waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan materi. Kalau tidak siap berkorban, apalagi berniat untuk mencari keuntungan pribadi, besar kemungkinan tidak akan maju.

Berkaca dari itu, seorang Ketua Umum KONI Basel setidaknya harus memenuhi beberapa kriteria pokok berikut ini:

a) Mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas tentang bidang organisasi yang ditanganinya. Syarat ini adalah syarat pokok yang harus dimiliki oleh seorang manajer profesional. Tanpa pengetahuan dan wawasan yang luas, bagaimana bisa manajer tersebut bisa menjalankan organisasinya secara efektif.

b) Mempunyai kepribadian yang baik dan tangguh sesuai dengan norma-norma yang berlaku secara umum di masyarakat. Seorang manajer profesional harus seorang yang mempunyai budi pekerti yang luhur. Perilaku seorang manajer harus sesuai dengan nilai-nilai positif. Dengan demikian, sumber daya manusia yang berkualitas adalah syarat penting yang harus dimiliki oleh seorang manajer profesional.

c) Mempunyai pengalaman yang luas dalam bidang organisasi yang dijalankannya. Seperti kita semua ketahui, pengalaman adalah lebih penting daripada pengetahuan. Pengetahuan tanpa disertai dengan pengalaman yang memadai tidak akan banyak berguna dalam menghasilkan output yang bernilai positif bagi sebuah organisasi. Pengetahuan yang luas disertai dengan pengalaman yang luas adalah senjata utama bagi keefektifan kerja seorang manajer profesional.

d) Mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik. Tugas seorang manajer adalah mengurus orang-orang yang ada di bawahnya. Tanpa kemampuan sosialisasi yang baik, tidak mungkin akan tercapai suatu hubungan yang saling menguntungkan antara atasan dan bawahan. Kemampuan sosialisasi sangat penting untuk mengarahkan bawahan menuju tercapainya tujuan organisasi.

e) Mempunyai kemampuan manajerial yang memadai. Kemampuan manajerial adalah pengetahuan utama yang harus dimiliki oleh seorang manajer profesional. Manajerial yang hebat akan menjadi nilai lebih yang sangat bagus bagi seorang manajer untuk dapat menjalankan organisasi secara efektif dan efisien.

Disamping kemampuan diatas, untuk pejabat publik maupun pejabat politik dilarang menjabat posisi strategis di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di semua tingkatan, baik nasional, provinsi dan kabupaten/kota. Soal ini, sebenarnya sudah sejak lama sekali ditegaskan dan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN).

IMG_20171008_164515

Tak hanya undang-undang, Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2007 dan surat edaran Mendagri januari 2012 pun melarang adanya rangkap jabatan di kepengurusan KONI seluruh Indonesia. Meski telah terang-benderang, faktanya, sampai hari ini masih ada juga pejabat publik dan pejabat politik yang duduk sebagai pengurus KONI. Bahkan dibeberapa daerah, ada yang menjabat sebagai ketua umum KONI.