Robert Pakpahan Harus Jaga Transpormasi Ditjen Pajak

Robert Pakpahan Harus Jaga Transpormasi Ditjen Pajak

SHARE

JAKARTA, NEWSBISNIS.COM – Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang baru dipesankan oleh Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo agar dapat menjaga transformasi Ditjen Pajak menjadi lembaga yang lebih kredibel dan mampu mengoptimalkan penerimaan pajak untuk membiayai pembangunan.

Hal ini dikatakan Agus seusai pelantikan Robert sebagai Dirjen Pajak menggantikan Ken Dwijugiasteadi di Jakarta, Kamis malam (30/11/17). “Dia figur yang selama ini sudah berkarir sebelumnya di Ditjen Pajak. Bertugas dengan baik. Senantiasa menjaga transformasi. Sekarang dia kembali, baik sekali untuk suksesi Dirjen Pajak,” kata Agus secara singkat.

Saat bertugas sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Robert, kata Agus, juga mampu menorehkan prestasi dengan membuat manajemen risiko yang baik dari penarikan utang.

“Dia menumbuhkembangkan pengelolaan risiko fiskal kemudian mengadministrasi penerbitan surat utang,” ujar dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pada saat yang sama, juga melantik Luky Alfirman sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko menggantikan Robert Pakpahan.

Lahir pada 20 Oktober 1959 di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Robert pernah mengenyam pendidikan di STAN hingga lulus program Diploma IV pada 1987. Pria yang meraih Doctor of Philosophy in Economics dari University of North Carolina at Chapel Hill, USA pada 1998 memulai karir di lingkungan Kementerian Keuangan pada Direktorat Jenderal Pajak.

Karir Robert meningkat pesat saat menjadi pegawai pahak hingga dipercaya sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pajak pada 2003. Kemudian, sejak September 2005, Robert menduduki posisi Direktur Potensi dan Sistem Perpajakan hingga 2006. Setelah itu, Robert dipercaya sebagai Direktur Transformasi Proses Bisnis hingga 2011.

Robert dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara pada 2011 sebelum terpilih sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Utang pada 2013 menggantikan Rahmat Waluyanto. Semasa menjabat, Robert ikut mengawal perubahan nomenklatur Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menjadi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada 2015.

Robert juga pernah mengikuti proses rekrutmen terbuka pimpinan tinggi madya sebagai Direktur Jenderal Pajak pada November 2014. Meski demikian, Robert gagal pada tahap seleksi makalah, meski memiliki pengalaman yang luas secara mikro dan makro dalam bidang perpajakan.

Loading...

Comments are closed.