IPB Ditantang Mentan Ciptakan Sensor Pendeteksi Unsur Hara

IPB Ditantang Mentan Ciptakan Sensor Pendeteksi Unsur Hara

SHARE

BOGOR, NEWSBISNIS.COM – Perguruan tinggi terutama Institut Pertanian Bogor (IPB) ditantang oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman untuk membuat alat sensor yang dapat mendeteksi kandungan hara dalam tanah untuk mendukung pertanian.

Hal ini dikatakan oleh Amran saat meresmikan pembukaan kembali Museum Tanah Indonesia di kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (06/12/17). “Kami beri waktu enam bulan menemukan alat yang dibuat Amerika. Sensor ini harus jadi, buat sensornya berjalan, kerjaannya para mahasiswa semua. Ada IPB Perguruan tinggi manapun,” kata Amran.

Mentan Amran mempercayakan kepada IPB karena beberapa waktu lalu sudah bekerja sama dengan rekto dan menemukan varietas padi IPB-3S yang produksinya mencapai 13 ton per hekatre.

Saat ini benih tersebut sudah disebar ke sejumlah wilayah di Indonesia. Menurutnya, rata-rata produksi padi nasional 5,3 ton per hektare, dengan adanya IPB-3S jika seluruh wilayah produksinya naik, artinya produksi padi Indonesia bisa memberi makan seluruh Asia.

Mentan menantang mahasiswa dari perguruan tinggi untuk membuat alat sensor pendeteksi hara tanah buatan dalam negeri. Alat tersebut sudah digunakan oleh sejumlah negara di Eropa. Amran mengatakan Indonesia membutuhkan alat sensor tersebut karena selama ini dalam penebaran pupuk di lahan pertanian dipukul rata. Padahal tanah membutuhkan kandungan yang berbeda-beda.

Alat sensor tersebut dibutuhkan karena dapat menghemat biaya pemupukan. Karena pola selama ini pembagian pupuk dipukul rata, dengan pola tanam seperti apapun, jumlah pupuk sama semuanya. Menteri meminta Sekretaris Jenderal untuk berkoordinasi dengan laboratorium tanah yang ada di Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian agar pembuatan alat tersebut dapat diwujudkan.

Ia mencontohkan keberhasilan alat mesin panen kombinas (combine harvester) dan rice transplate yang dibuat oleh peneliti dalam negeri. Sehingga sensor yang dimaksud juga bisa dibuat.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY