Juniwar : Konstruksi Jembatan Ulim Menggunakan Tiang Pancang

Juniwar : Konstruksi Jembatan Ulim Menggunakan Tiang Pancang

SHARE

PULAU BESAR, NEWSBISNIS.COM — Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bangka Selatan (Basel), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bersama Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Basel bersama awak media melakukan pemantauan hasil Pembangunan Jembatan Ulim di Kecamatan Pulau Besar, Bangka Selatan, Rabu (10/01/18).

Pantauan langsung awak media NBC di lokasi kegiatan, pekerjaan pembangunan jembatan ini sudah selesai dikerjakan. Memang ada sedikit tanah-tanah yang walaupun tidak mengganggu mesti dirapikan agar nampak semakin indah.

Kabid Bina Marga DPU Basel, Juniwar kepada awak media mengungkapkan, konstruksi Jembatan Ulim menggunakan tiang pancang sehingga tidak ada persoalan dengan kemungkinan terjadi pengikisan di oprit dan ambruk.

“Tidak ada oprit juga tidak masalah. Jembatan ini menggunakan tiang pancang dan kita bisa menyaksikan sendiri hasil pembangunan jembatan ulim ini, tidak ada masalah dan sudah sesuai dengan RAB, tinggal merapikan tanah-tanahnya saja agar terlihat cantik,” katanya.

Selanjutnya, PPK kegiatan, Rulli memaparkan bahwa pihaknya sudah secara rutin melakukan pengawasan terhadap pembangunan jembatan ini. Menurutnya, pembangunan jembatan ini sudah sesuai RAB dan waktu pengerjaannya sudah sesuai kontrak serta ada masa pemeliharaan selama 6 bulan.

“Rutin kita lakukan pengawasan, bahkan kita juga sering tidur disini. Pekerjaan ini sudah sesuai RAB, waktunya sudah sesuai kontrak,” papar Rulli.

Sementara itu, Konsultan Supervisi, Delapari didampingi Manajer Proyek (Projek Manager) Ardyansyah menambahkan bahwa pekerjaan Jembatan Ulim sudah dilaksanakan sesuai RAB dan waktu kontrak.

Dia mengatakan bahwa dengan jarak berem atau timbunan tanah yang berjarak 5 meter, kemungkinan pengikisan akan terjadi dalam rentang 5-10 tahun kecuali ada faktor alam yang tidak diduga.

“Dengan timbunan tanah atau berem yang berjarak 5 meter, kemungkinan terjadi pengikisan mungkin bisa 5 –10 tahun kedepan dan itu tidak berpengaruh pada jembatan. Pekerjaan ini dapat kita laksanakan sesuai RAB dan waktu kontraknya,” tambah Delapari.

Ketua TP4D Kejari Basel, Fuady mengatakan, dalam setiap kegiatan, TP4D melakukan pengawasan terhadap tiga hal yakni pembangunan sesuai RAB, tertib administrasi serta sesuai dengan waktu yang ditentukan. Fuadi mengatakan, tahun 2017 saja, TP4D Kejari Basel melakukan 20 pengawasan dan pendampingan. Walaupun begitu, semua pembangunan berjalan dengan baik termasuk pembanguna jembatan ulim.

“Kita (TP4D, red), melakukan 20 pendampingan pada tahun 2017. Semua pembangunan berjalan dengan baik dan tidak ada masalah termasuk pendampingan dan pengawasan terhadap pembangunan Jembatan Ulim, tidak ada masalah dan tidak ada penyimpangan,” Pungkas Fuadi.

3 COMMENTS

  1. Simply desire to say your article is as surprising. The clarity in your put up is just great and that i could suppose you are an expert in this subject. Fine along with your permission allow me to take hold of your RSS feed to keep up to date with approaching post. Thanks 1,000,000 and please continue the rewarding work.

LEAVE A REPLY