Proyek Jembatan Ulim Dimonitor TP4D Basel

Proyek Jembatan Ulim Dimonitor TP4D Basel

SHARE

PULAU BESAR, NEWSBISNIS.COM — Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Basel bersama awak media melakukan pemantauan hasil Pembangunan Jembatan Ulim di Kecamatan Pulau Besar, Bangka Selatan, Rabu kemarin (10/01/18).

Ketua TP4D Kejari Basel, Fuady mengatakan, dalam setiap kegiatan, TP4D melakukan pengawasan terhadap tiga hal yakni pembangunan sesuai RAB, tertib administrasi serta sesuai dengan waktu yang ditentukan. Fuadi mengatakan, tahun 2017 saja, TP4D Kejari Basel melakukan 20 pengawasan dan pendampingan. Walaupun begitu, semua pembangunan berjalan dengan baik termasuk pembanguna jembatan ulim.

“Kita (TP4D, red), melakukan 20 pendampingan pada tahun 2017. Semua pembangunan berjalan dengan baik dan tidak ada masalah termasuk pendampingan dan pengawasan terhadap pembangunan Jembatan Ulim, tidak ada masalah dan tidak ada penyimpangan,” kata Fuadi.

Kabid Bina Marga DPU Basel, Juniwar kepada awak media mengungkapkan, konstruksi Jembatan Ulim menggunakan tiang pancang sehingga tidak ada persoalan dengan kemungkinan terjadi pengikisan di oprit dan ambruk.

“Tidak ada oprit juga tidak masalah. Jembatan ini menggunakan tiang pancang dan kita bisa menyaksikan sendiri hasil pembangunan jembatan ulim ini, tidak ada masalah dan sudah sesuai dengan RAB, tinggal merapikan tanah-tanahnya saja agar terlihat cantik,” katanya.

Selanjutnya, PPK kegiatan, Rulli memaparkan bahwa pihaknya sudah secara rutin melakukan pengawasan terhadap pembangunan jembatan ini. Menurutnya, pembangunan jembatan ini sudah sesuai RAB dan waktu pengerjaannya sudah sesuai kontrak serta ada masa pemeliharaan selama 6 bulan.

“Rutin kita lakukan pengawasan, bahkan kita juga sering tidur disini. Pekerjaan ini sudah sesuai RAB, waktunya sudah sesuai kontrak,” papar Rulli.

Sementara itu, Konsultan Supervisi, Delapari didampingi Manajer Proyek (Projek Manager) Ardyansyah menambahkan bahwa pekerjaan Jembatan Ulim sudah dilaksanakan sesuai RAB dan waktu kontrak.

Dia mengatakan bahwa dengan jarak berem atau timbunan tanah yang berjarak 5 meter, kemungkinan pengikisan akan terjadi dalam rentang 5-10 tahun kecuali ada faktor alam yang tidak diduga.

“Dengan timbunan tanah atau berem yang berjarak 5 meter, kemungkinan terjadi pengikisan mungkin bisa 5 –10 tahun kedepan dan itu tidak berpengaruh pada jembatan. Pekerjaan ini dapat kita laksanakan sesuai RAB dan waktu kontraknya,” pungkas Delapari.

Loading...

Comments are closed.